Menjadi salahmu, saat rindu itu datang dan kau bertingkah dengan sangat menjengkelkan.
-Alvia

πŸŒ»πŸŒΊπŸπŸ’•

πŸŒ»πŸŒΊπŸπŸ’•

Untuk yang kemarin

Benar,bukan? Aku telah menduganya. Kau bilang begitu,pada kenyataannya tidak sama. Entah apa maksudnya,yang jelas kau membingungkan. Teka-teki ini seperti labirin,sukar menemukan jalan keluar. Yang aku yakinkan memang benar,dengan yakinku pula aku telah salah. Tak peduli siapa yang kau persulit,peduliku hanya kata-katamu. Mana tahu telah datang petang,yang kita kira matahari akan terbit. Namun menjadi malam dengan sedikit cahaya bulan.
Kini,perkataanmu bukan menjadi prioritasku. Perkokohlah dirimu untuk mengatakan hal itu lagi,sekarang bagiku sudah terlambat untuk aku yang tak ingin mendengarkannya.
-Alvia

BAAAA!

BAAAA!

Entahlah,melihat si biru mungil ini rasanya bahagia. Mereka imut!

Entahlah,melihat si biru mungil ini rasanya bahagia. Mereka imut!

Kepercayaan yang mahal berujung pada penyesalan akan suatu keadaan yang baru menyadarkan. Tersesat dalam lingkungan yang diapit kebahagiaan palsu,hening walaupun riuh dengan bermacam suara.
Aku dengar kau berteriak,tapi aku merasa kau berbisik. Jauh dalam ingatanku kau pernah melakukannya,aku mendengar jelas apa yang kau katakan.
Kini,angin bertiup semakin kencang menyamarkan suara itu. Pertanda baik yang kau kira membuatku berpikir bahwa hanya kebetulan atau perkataan lain kali. Izinkan aku melangkah lebih jauh ke arah lain,dengan membawa bekalmu yang tertinggal dan sengaja kau titipkan padaku. Dengan bahagia,harusnya begitu,bukan?

Handmade. 2012.

Handmade. 2012.

Yeaaay how sweet my family are! Thank youuu :’)